by

Pemuda Ini Membobol Website Untad, Hasil Kejahatan Mencapai Miliaran Rupiah

-Palu-1,227 views

PALU, PIJARSULAWESI.com- Universitas ternama di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tercoreng kredibilitasnya karena ulah tersangka MYT dan RA yang dilakukannya sejak tahun 2014. Yaitu, dengan cara melakukan manipulasi data seolah-olah data tersebut berasal dari pihak universitas.
Kasus ini berawal dari adanya laporan orangtua calon mahasiswa yang melakukan klarifikasi ke rektor tentang adanya pesan melalui whatsapp grup dengan akun “Admin Untad” yang menawarkan jasa pengurusan masuk Prodi Kedokteran tahun 2020 dengan meminta imbalan pengurusan.
Informasi tersebut akhirnya dilaporkan pihak Untad ke Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng.
“Selain modus tersebut di atas, tersangka MYT sebagai “Admin Untad” juga membagikan surat edaran palsu dari Untad tentang kebijakan Untad terkait penambahan kuota Fakultas Kedokteran dan Ilmu Pendidikan Program Studi Kedokteran yang terdaftar dalam semester berikut, tahun akademik 2020/2021,” kata Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol. Afrizal kepada sejumlah media di Palu, Rabu (13/1/2021).
Ia juga menerangkan tersangka MYT (26 ) berprofesi sebagai service computer berlamat di Jalan S. Parman Palu, dalam aksinya dibantu RA (24 th) alamat di Desa Surumana Kecamatan Benawa Selatan, Kabupaten Donggala. Sesuai pengakuannya pada tahun 2014 juga pernah menjebol website milik Untad.
Atas kepiawaiannya tersebut, tersangka dengan imbalan tertentu dapat membantu merubah nilai semester per SKS, merubah nilai nominal uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP menjadi lebih rendah dari yang sebenarnya serta meloloskan calon mahasiswa yang tidak lolos dalam UMPTN dengan bayaran tertentu.
Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng ini juga menegaskan kedua tersangka telah ditahan di Rutan Polda Sulteng. Sedangkan barang bukti yang disita penyidik yang diduga hasil kejahatan mencapai miliaran rupiah, berupa 1 unit mobil Toyota Rush, 1 unit mobil Toyota Calya, 1 unit mobil Suzuki Karimun, 3 lembar sertifikat tanah, 2 buah laptop, 1 lembar kwitansi pembelian rumah di Jalan Merpati senilai Rp 150 juta, uang tunai Rp 240 juta, dan lain-lain.
Terhadap kedua tersangka MYT dan RA, tambahnya, penyidik menjerat dengan Undang- undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 12 tahun penjara. ***

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed