by

Sulteng akan Hadapi Empat Tantangan untuk Tingkatkan Ekonomi di 2021

PALU, PIJARSULAWESI.com – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ada empat tantangan yang akan dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah serta stakeholder terkait di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah mulai 2021.
Kepala Perwakilan BI Sulteng , Abdul Majid, mengatakan, salahsatu tantangan yang akan dihadapi dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah pada 2021 ini, Pertama, divergensi ekonomi wilayah barat dan timur.
“Harus diakui bahwa sumber pertumbuhan ekonomi Sulteng adalah di wilayah Kabupaten Morowali dan Banggai yang berbasis pada sektor tambang dan industri turunannnya,” kata Abdul Majid, Rabu (6/1/2021).
Wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Tolitoli serta Buol lanjutnya, harus terus didorong agar iklim investasi dan usaha menarik investor dari dalam dan luar negeri berinvestasi di sana.
Tantangan ke dua, katanya, adalah potensi kenaikan harga akibat kenaikan demand atau permintaan dan fluktuasi bahan pangan. Membaiknya ekonomi tahun 2021 akan meningkatkan sisi permintaan.
“Olehnya, ketersediaan pasokan dan kecukupan produksi harus dikelola dengan baik. Di sisi volatile foods atau makanan yang mudah menguap, koordinasi antar stakeholder diperlukan mencakup manajemen cuaca, pola tanam dan melakukan penguatan kerjasama antar daerah,” jelasnya.
Ketiga, Majid menyebut potensi kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional. Pada 2020 tercatat hanya dua daerah di Sulteng yang kemiskinannya berada di bawah angka nasional yakni, Kota Palu dan Banggai.
“Koordinasi dan kerjasama guna mengurangi angka kemiskinan perlu kita perkuat,” imbuhnya.
Ke empat, menjaga kesinambungan antara percepatan pemulihan ekonomi namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Situasi pandemi COVID-19 pada 2021 masih diliputi dengan ketidakpastian.
Terdapat beberapa isu, lanjutnya, seperti kepastian pembagian vaksin di Sulteng, peningkatan ketersediaan fasiltas kesehatan untuk tes COVID-19 harus menjadi perhatian semua pihak.
“Oleh karenanya, hal ini perlu dijaga agar pemulihan ekonomi pada tahun 2021 dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya. SAH

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed