25 Bidan BKKBN Sulteng Ikut Sertifikasi

0
20
Ilustrasi. Foto: Istimewa

PALU,PIJARSULAWESI.com- Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng) kini memiliki 25 tenaga bidan yang telah mengikuti sertifikasi.
Namun untuk tenaga bidan terlatih, BKKBN Sulteng sebenarnya sudah memiliki 559 tenaga yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng.
Analisis Sarana Program Keluarga Berencana (KB) BKKBN Sulteng, Ikhsan mengatakan, jumlah tersebut masih sangat rendah dari target capaian tahun 2020 yaitu sebanyak 280 sertifikat kompetensi.
“Jumlah target tersebut sebagai syarat penyelenggaraan pelatihan Technology Contraception Update (CTU) pada tahun 2021,”kata Iksan, Rabu 18 November 2020.
BKKBN Sulteng sendiri ujarnya, dalam melakukan pendampingan sertifikasi komptensi CTU IUD-Implant bagi bidan dilakukanmelalui Aplikasi Monitoring berkualitas (Monika).
“Aplikasi itu dirancang untuk menjawab permasalahan kompetensi bagi dokter dan bidan yang telah dilatih CTU IUD Implant oleh BKKBN,”sebutnya.
Dia menambahkan, dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi (KBKR), BKKBN telah bekerjasama dengan sejumlah jaringan.
Antara lain, Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), melaksanakan pelatihan CTU IUD dan Implant kepada dokter dan Bidan.
Sementara untuk pemetaan dan sertifikasi tenaga dokter dan bidan yang sudah terlatih, pihaknya merancang aplikasi Monika.
Proses ini diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang tersertifikasi kompeten namun sampai saat ini capaian Sulteng masih sangat rendah,” pungkasnya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Silahkan masukkan Nama Anda