Inflasi Kota Palu 1,82 Persen di Oktober 2020, Ini Penyebabnya

0
26
Ilustrasi. Foto: Istimewa

PALU, PIJARSULAWESI.com- Kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 1,82 persen menjadi salah satu andil Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,41 persen selama Oktober 2020.
Sebagaimana laporan BPS Kota Palu menyebutkan, selain kenaikan indeks harga kelompok transportasi jadi andil infalsi di Kota Palu, empat kelompok lainnya juga jadi penyumbang inflasi selama Oktober 2020. Yaitu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,80 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,42 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,12 persen; serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen. “Sementara penurunan indeks harga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,22 persen,” kata Kepala BPS Kota Palu, G. A Nasser, Senin (2/11/2020).
Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran tidak mengalami perubahan indeks harga pada bulan Oktober 2020.
Beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi Bulan Oktober 2020 lanjutnya, adalah tarif angkutan udara sebesar 0,25 persen, ikan selar/tude sebesar 0,13 persen, daging ayam ras 0,04 persen, rokok putih 0,04 persen, ikan mujair 0,02 persen. Selanjutnya, cabai rawit 0,02 persen, jagung manis 0,02 persen, ikan layang/benggol 0,02 persen, ikan bandeng/bolu 0,01 persen. “Jeruk nipis juga memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,01 persen di bulan Oktober,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap deflasi Oktober 2020 adalah, ikan cakalang/sisik sebesar 0,13 persen, bayam 0,03 persen, telur ayam ras 0,02 persen, ikan ekor kuning 0,02 persen, cumi-cumi 0,02 persen. MAL

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Silahkan masukkan Nama Anda