Harga Bahan Pokok Pasar Murah Disubsidi Disperindag Sulteng

0
36
Asisten II Pemprov Sulteng Elim Somba, dalam pembukaan pasar murah, Selasa 25 Agustus 2020 menyebut, nilai subsidi sebesar Rp20juta. Foto: Humas Pemprov Sulteng

PALU,PIJARSULAWESI.com- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng mensubsidi harga pada sejumlah bahan pokok dalam pasar murah yang digelar dinas tersebut. Pasar murah digelar di lapangan bola Kelurahan Nunu Palu Selasa 25, sampai Rabu 26 Agustus 2020.
Kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo, dalam pembukaan pasar murah, Selasa 25 Agustus 2020 menyebut, nilai subsidi sebesar Rp20juta. Namun Richard tidak menjelaskan bahan yang mendapat subsidi harga tersebut.
Pasar murah dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 75 dan Tahun Baru Hijriyah 1442 ini, kata dia juga mendapat subsidi transpor barang dari Bank Indonesia Perwakilan Sulteng. Sekaligus sebagai upaya mendukung penanganan pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi covid-19.
Pasar murah menurutnya terlaksana atas kerja sama Disperindag, BI Sulteng, Kanwil Bulog Sulteng, PT perusahaan perdagangan Indonesia, PT Rajawali Nusindo, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pangan, distributor, toko retail modern serta UKM.
Gubernur Sulteng melalui Asisten Administrasi Ekomomi dan Pembangunan, Bunga Elim Somba mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi. Hal ini merupakan upaya pemerintah daerah .enjaga daya beli masyarakat dan mencegah inflasi.
“Khususnya lewat kebijakan subsidi harga komoditi kebutuhan pokok yang dijual dan subsidi transpor dari BI Sulteng,”kata Elim.
Ia berharap masyarakat dan pembeli tidak memborong dengan niat menumpuk untuk diri sendiri atau menjualnya di tempat lain. Kepada penjual serta panitia dia berpesan untuk mengawasi dan mencegah supaya prinsip keadilan dan pemerataan dan transparansi dapat diwujudkan dalam kegiatan pasar murah.
“Dalam beberapa Minggu ini saya melihat adanya tren lonjakan kenaikan jumlah kasus positif covid-19 di Sulteng yang sebelumnya sudah dinyatakan steril maupun nihil,”katanya.
Karena itu Elim kembali mengingatkan penjual, pembeli dan panitia saling mengingatkan tentang disiplin protokol kesehatan dalam setiap aktivitas transaksi jual-beli terutama pada kedisiplinan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak demi mencegah penyebaran covid 19.
Ia menambahkan salahsatu tema besar HUT kemerdekaan Indonesia ialah ‘Bangga buatan Indonesia. Makanya diharapkan melalui pasar murah akan mendorong masyarakat untuk membeli komoditi lokal produksi dalam negeri sebagai prioritas utama.
“Sekaligus perwujudan gotong royong dan nasionalisme guna memulihkan perekonomian dari covid-19 pungkasnya. **/pijarsulawesi.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Silahkan masukkan Nama Anda