Bulan Mei-Juni 2020, Aktivitas Ekspor Impor di Pelabuhan Pantaloan Nyaris Tak Ada

0
42
Aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Pantaloan terlihat sepi. Foto: Istimewa

PALU, PIJARSULAWESI.com- Aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Pantaloan Kota Palu selama masa pandemi Covid-19, nyaris tak ada. Sebagaimana laporan BPS Sulteng, nilai ekspor Sulteng selama Bulan Mei 2020 melalui Pelabuhan Pantaloan sama sekali tak ada alias nihil. Begitupula nilai impor Sulteng selama Bulan Mei 2020, juga nihil alias tak ada aktivitas.
Aktivitas ekspor impor mulai bergeliat di Pelabuhan Pantaloan pada periode Juni 2020. Berdasarkan data BPS Sulteng pada 3 Agustus 2020 mencantumkan nilai ekspor melalui Pelabuhan Pantoloan selama bulan Juni 2020 sebesar 4,51 Juta US$ atau 0,93 persen dari total ekspor Sulteng sebesar 486,20 Juta US$.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, G. A. Nasser mengakui pemanfaatan Pelabuhan Pantaloan untuk ekspor impor sangat rendah. “Ekspor kelompok komoditi pertanian hanya melalui Pelabuhan Pantaloan waktu terakhir ini,” kata Nasser saat menjadi narasumber pada seminar “Rumah Impianku” yang dilaksanakan oleh BPS Sulteng melalui webinar, Selasa (25/8/2020).
Pelabuhan lain yang kondisinya lebih parah dari Pelabuhan Pantoloan adalah Pelabuhan Poso. Di pelabuhan ini sama sekali tidak ada aktivitas ekspor impor. Termasuk produk pertanian. Padahal di kabupaten ini dan sekitarnya, terdapat kelapa sawit.
“Kelapa sawit tidak ada dalam komoditi ekspor Sulteng. Boleh jadi beberapa komoditi lain diekspor tidak melalui Sulteng,” katanya.
Ekspor impor Sulteng lima tahun terakhir ini masih didominasi melalui Pelabuhan Kolonodale Kabupaten Morowali. Data terakhir mengenai ekspor Sulteng melalui Pelabuhan Kolonodale, yakni pada bulan Juni 2020 sebesar 391,05 Juta US$ atau 80,43 persen dari total ekspor Sulteng. Sdeangkan nilai impor sebesar 148,40 Juta US$ atau 99,82 persen.
“Ekspor komoditi industri pengolahan, penyumbang terbesar adalah Pelabuhan Kolonodale,” ujarnya.
Pelabuhan Luwuk Kabupaten Banggai menempati urutan kedua untuk aktivitas ekspor, yakni sebesar 87,13 Juta US$ atau 17,92 total ekspor Sulteng. Sedangkan nilai impor melalui pelabuhan ini adalah nol alias nihil.
“Selama periode Mei dan Juni 2020, sama sekali tidak ada aktivitas impor di Pelabuhan Luwuk,” ujarnya.

Nilai Ekspor Nilai Ekspor
Pelabuhan Mei (Juta US$) % Juni (Juta US$) %
Kolonodale 506,13 84,94 391,05 80,43
Luwuk 86,27 14,48 87,13 17,92
Pantoloan 0,00 0,00 4,51 0,93
Poso 0,00 0,00 0,00 0,00
Provinsi lain 3,47 0,58 3,51 0,72
Total 595,58 100 486,20 100

Nilai Impor Nilai Impor %
Pelabuhan Mei (Juta US$) % Juni (Juta US$)
Kolonodale 178,43 100 148,40 99,82
Luwuk 0,00 0,00 0,00 0,00
Pantoloan 0,00 0,00 0,27 0,18
Poso 0,00 0,00 0,00 0,00
Provinsi Lain 0,00 0,00 – –
Total 178,43 100 148,67 100

sumber BPS Sulteng

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Silahkan masukkan Nama Anda