Lawan Covid 19, Legislator Sulteng Promosikan Berjemur Matahari Pagi

0
303

Tampak dalam gambar, sejumlah warga Palupi barengan berjemur diri. Foto: Istimewa

PIJARSULAWESI.com- Anggota DPRD Sulteng Yahdi Basma mengatakan konsep berjemur sinar matahari pagi sebenarnya bukan mematikan virus corona. Namun, meningkatkan imunitas tubuh agar mampu melawan virus.
Pandangan tersebut disampaikan Yahdi Basma mengutip penjelasan Dokter Ahli Gizi dan Magister Filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum. Dari penjelasan Dr Tan tersebut, berjemur pagi paling baik pada pukul 10 pagi karena tubuh akan mendapatkan asupan cahaya ultraviolet B.
Masih mengutip penjelasan Dr. Tan, bahwa soal berjemur ini ternyata tak semua sinar matahari baik untuk kesehatan tubuh. Ahli gizi Dokter Tan Shot Yen dalam sebuah video di Youtube mengatakan pukul 10 pagi merupakan waktu yang paling tepat. Pada waktu tersebut matahari akan memancarkan ultraviolet B.
“UV B ini gelombangnya lebih pendek. Kita harus tunggu sedikit mataharinya naik. Jadi, di khatulistiwa sekitar jam 10 sudah ada,” kata legislator Sulteng dari Fraksi Partai Nasdem mengutip penjelasan Dr. Tan.
Ketika ultraviolet B masuk ke tubuh ia membawa provitamin B3. Bersama dengan kolesterol di bawah kulit manusia, B3 akan membentuk D3. “Vitamin inilah yang menjadi sumber kekebalan tubuh manusia,” ucapnya.
Vitamin D3 juga memiliki fungsi lain, yaitu mencegah kanker dan penyakit autoimun. Jadi, konsep berjemur sebenarnya bukan mematikan virus corona. Namun, meningkatkan imunitas tubuh agar mampu melawan virus.
Sehubungan dengan artikel yang ditulis oleh Dr Tan tersebut, legislator Sulteng Dapil Palu ini gencar mempromosikan sekaligus mensosialisasikan kiat –kiat meningkatkan imunitas tubuh ini ke warga Sulteng, khususnya Kota Palu ditengah merebaknya pandemic Covid 19.
Langkah tersebut dilakukan Yahdi mulai dari lingkungan kecilnya di pemukiman padat penduduk di BTN Palupi Permai. Yahdi bersama tokoh masyarakat setempat saling support dan mengingatkan tentang pentingnya berjemur diri saat pukul 10.00 pagi.
“Iya, bersama bung Yahdi dkk, Pak Anto, Abah, Pak Haji Andi, dan warga sekitar di sini, kita mau biasakan berjemur diri di jam 10.00 pagi, yaa selama 15an menit saja sambil ntesa-tesa (sendagurau – red),” kata Papa Fadel, tokoh masyarakat di salah satu blok BTN terpadat di Kota Palu ini.
Pagi tadi, berjemur pada pukul 10.00 pagi sudah dipraktikkan oleh lingkungan di sekitar tempat hunian Yahdi Basma. Sejumlah warga Palupi berjemur diri sambil bersendagurau.
Benarkah konsep ini bisa kuatkan imun tubuh ? Yuk kita coba….

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Silahkan masukkan Nama Anda