by

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Erna Gantikan Abdullah Kemma

-Palu-53 views

Maria Ernawati. Foto: Istimewa

PIJARSULAWESI.com – Gubernur Provinsi Sulawesi  Tengah (Sulteng) Longki Djanggola, dijadwalkan melantik Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng yang baru, Maria Ernawati, di Gedung Pogombo, Jumat 24 Januari 2020, hari ini.  

Erna, demikian sapaan akrabnya merupakan Kaper BKKBN Sulteng yang ke-14. Srikandi asal Jawa Timur  ini menggantikan Abdullah Kemma, yang memasuki purna bakti sejak 1 November 2018. 

Erna sebelumnya menjabat sebagai Kepala bidang advokasi, penggerakan, dan komunikasi BKKBN Jatim.

Dalam masa peralihan 1 November 2018 sampai 23 Januari 2019, BKKBN Sulteng dinakhodai pelaksana tugas (Plt) Kaper Tenny C. Soriton. Sementara Tenny sebelumnya menjabat Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BKKBN Sulteng.

Tenny C. Soriton dalam rilisnya mengatakan, pelantikan kaper BKKBN akan dihadiri Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN, Dwi Listyawardani, mitra kerja dari organisasi perangkat daerah keluarga berencana (OPD-KB) provinsi/kabupaten/kota dan beberapa pejabat BKKBN dari Jatim. 

Dengan adanya pemimpin baru di BKKBN Sulteng kata Tenny, maka diharapkan kinerja organisasi pada tahun 2020 dan ke depannya lebih maksimal.

“Apalagi BKKBN kini tampil dengan logo baru untuk generasi baru,” katanya.

Saat ini, kata Tenny, program KKBPK masih dihadapkan pada berbagai tantangan maupun persoalan.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Sulteng tahun 2019 telah mencapai  3.054.020 jiwa.

“Ini artinya, penduduk bertambah sebanyak 419.011 jiwa dari tahun 2010 sebanyak 2.635.009 jiwa, sementara jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 mencapai 410.360 jiwa atau 13,48 persen, “ungkapnya.

Disamping itu, sejumlah indikator output program berdasarkan data survey kinerja akuntabilitas program (SKAP) tahun 2019 setiap wanita usia subur (WUS) Sulteng melahirkan rata-rata 2,61 anak, yang berarti satu keluarga mempunyai 2 sampai 3 anak.

“Kita telah berhasil menurunkan angka kelahiran total secara drastis dari 3,2 anak, namun masih lebih tinggi daripada angka nasional yang hanya rata-rata 2,45 anak per WUS,” ujar Tenny.

Prevalensi pemakaian kontrasepsi  masih rendah yaitu 53,17persen dibandingkan capaian nasional sebesar 54,97persen. Kebutuhan ber-kb yang belum terpenuhi atau unmet need kb masih cukup tinggi, yaitu 12,7persen.
Tingkat kelahiran pada wanita usia 15-19 tahun yaitu 62 anak lebih tinggi dari angka nasional, yaitu 33 anak.

Tenny menjelaskan, program KKBPK pada tahun 2019 cukup menggembirakan. Hal itu terlihat dari beberapa indikator.
Misalnya, laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulteng tentang hasil evaluasi kinerja atas kegiatan prioritas peningkatan kesehatan ibu, anak, kb, dan kesehatan reproduksi pada Perwakilan BKKBN Sulteng menunjukkan skor evaluasi kinerja sebesar 81,10.

“Angka ini naik secara signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 56,” tegasnya.

Selain itu, nilai maturitas sistem pengendalian interen pemerintah (SPIP) sebesar 3,1 atau pada level 3. Dan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) telah mendapatkan nilai b. **/MAL

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed