Beritakan Kasipidsus Intervensi DD Bajugan, Media Online Ini Dinilai Tak Prpfesional

0
192

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rustam Efendi. Foto: Istimewa

PIJARSULAWESI.COM – Campur tangan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rustam Efendi, pada sistem pengelolaan Dana Desa (DD) yang diberitakan media online Portal Sulawesi dinilai tak profesional.

Pasalnya, Kepala Desa (Kades) Bajugan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli, Suriyanto, yang menjadi sumber namun dirahasiakan dalam berita mengaku tak pernah bertemu wartawan apa lagi menanyakan mengenai keterlibatan Jaksa mengarahkan orang tertentu untuk mengelolah DD tahun 2019.

“Kalau memang ada wartawan yang datang mewawancai soal DD dan pendampingan TP4D dan kemudian menulis berita miring, itu karena salah paham apa maksud dari yang saya jelaskan,” ungkap Suriyanto kepada wartawan, Selasa (18/06/2019).

Dia mengatakan, agar tidak menyalahi aturan hukum dalam pengelolaan DD di wilayahnya, dirinya kerap kali meminta petunjuk kepada Kasipidsus Kejari Tolitoli. Permintaan atau koordinasi yang dimaksud menurutnya agar setiap kegiatan yang menggunakan uang negara baik ADD maupun DD berjalan sesuai prosedur dan terhindar dari pelanggaran pidana korupsi.

“Yang betul, waktu saya bertemu pak Kasipidus, dia menyarankan setiap kegiatan yang berkaitan dengan DD harus sesuai aturan, terutama pihak suplier yang dipilih telah teruji,” jelasnya.

Kasipidsus Kejari Tolitoli, Rustam Efendi SH yang ditemui di ruangannya menyesalkan adanya berita yang mengaitkan dirinya bahwa telah melakukan intervensi terhadap salah seorang Kades di Tolitoli dalam sistem pengelolaan ADD dan DD tahun ini.

“Memang saya pernah bertemu dengan Kades Bajugan, dia datang di ruangan ini untuk meminta saran soal pengelolaan ADD/DD. Saya sampaikan ,pertanggung jawaban harus diperhatikan, karena pihak inspektorat pasti periksa kalian,” katanya.

Penjelasan Kades Bajugan tersebut sekaitan pertemuan dengan dirinya beberapa waktu lalu, diakui Rustam Efendi. Ia mengatakan selama dirinya menjabat Kasipidusus di Kejari Tolitoli baru dua kali bertemu dengan Suriyanto selaku salah satu Kades di Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli.

Pertemua yang dilakukan tak lain hanya memberikan saran atau petunjuk soal ADD/DD agar terhindar dari hukum karena fungsi TP4D tujuannya sangat membantu para Kepala Desa di Tolitoli.

“Saya bukan ketua TP4D, apa salah selaku Jaksa memberikan saran kepada Kades Bajugan. Jadi tidak benar saya catut TP4D, apalagi mencampuri Kades mengelola DD diwilayahnya,” tegas Kasi Pidsus itu.

Selain saran yang diberikan kepada Suriyanto, katanya, dirinya tak pernah menitipkan nama rekanan untuk mendapatkan perjaan proyek yang bersumber dari Dana Desa di desa tersebut.

“Yang betul, saya pernah menanyakan siapa suplier yang digunakan tahun lalu, katanya pak Saleh hasil pekerjaannya bagus,” katanya.

Karena hasil pekerjaan yang disebutkan oleh Kades tersebut menggunakan tangan suplier tahun 2018 dinyatakan memuaskan, maka pengelolaan DD tahun ini diteruskan sebab suplier yang digunakan telah teruji.

“Yang saya katakan jangan diganti suplier yang hasil kerjanya bagus. Tidak benar saya intervensi Kades Bajugan,” tutup Rustam Efendi. LAM

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Silahkan masukkan Nama Anda