Belum Ditempati, 50 Rumah Khusus Nelayan di Ueruru Morut Terancam Ambruk

0
287

PIJARSULAWESI.COM – Kepala Desa Ueruru Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Anwar, mengatakan pembangunan Rumah Khusus senilai Rp4.884.419.000 yang dikerjakan PT Mazmur Arfak Jaya, mulai ambruk padahal baru dikerjakan tahun 2018.

Rumah nelayan yang dikerjakan oleh perusahaan asal Palu tersebut hingga kini belum diserahkan kepada masyarakat yang berhak, terutama warga nelayan yang masih dianggap miskin.

“Bangunan rumah khusus untuk nelayan sebanyak 50 unit tersebut sekarang sudah mulai ambruk,” kata Kepala Desa Ueruru, Anwar,Sabtu (8/06/2019).

Dia menyebutkan, penyebab ambruknya rumah khusus yang bernilai miliaran di Desa Ueruru tersebut dikarenakan kondisi pondasi bangunan yang sudah menggantung dan tidak memiliki penahan semisal batu dan pasir.

“Coba diperhatikan dari bagian pondasi separuhnya ada yang sudah hancur karena penahan pondasi bangunan hanya batu bata saja, tidak menggunakan batu kosong,” sesal Kades Ueruru itu.

Bukan hanya pondasi pada bangunan, instalasi pipa untuk air bersih tak satupun yang berfungsi. Demikian halnya lampu penerangan yang rata-rata masih minim.

“Masih 100 balon yang belum terpasang di bangunan rumah tersebut, begitupun pipa untuk air bersih ada yang sudah patah, termasuk kaca jendela ada yang pecah,” terangnya.

Anwar menjelaskan, hingga sekarang 50 buah rumah yang dibangun pihak kementrian PUPR melalui Provinsi Sulteng itu belum diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Ueruru untuk diberikan kepada masyarakat yang layak menerima bantuan perumahan.

“Kalau diserahkan nanti, selaku Kepala Desa, saya akan menolak, karena bangunan rumah tersebut tidak layak untuk ditempati,” tandasnya.

Jika bangunan itu diserahterimakan secara terpaksa kepada Pemdes, dapat dipastikan warga akan menolak karena mereka merasa khawatir disebabkan satu persatu pondasi rumah telah ambruk.

Ia berharap agar warga merasa nyaman saat menempati bangunan tersebut, pihak rekanan diminta kembali melakukan perbaikan untuk mengantisipasi kerugian negara.

“Kalau bangunan itu tidak dilakukan perbaikan bisa dipastikan bangunan tersebut akan menjadi sia-sia,” katanya.

Pihak kontraktor PT Mazmur Arfak Jaya yang dimintai konfirmasi terkait puluhan bangunan rumah khusus bernilai miliaran rupiah yang bermasalah, hingga kini belum belum memberikan penjelasan disebabkan nomor kontak yang dihubungi tak dapat memberikan jawaban meskipun nada dering terdengar aktif.RAM

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Silahkan masukkan Nama Anda